aku takjub, pada lampu-lampu yang menyala terang di kepalamu, dan di kepala mereka itu, sungguh menyilaukan mataku, setiap kali kau berucap--dan mereka bertepuk, berdecak, bersorai maka makin bender…
Sudikah pagi ini, kau memagut tubuh ringkihku, beri daku hangat sementara saja, remas telapak tanganku yang pengecut, tiap hari aku dibayang-bayangi desakan ingin lekas-lekas bahagia, kuda lia…